c@k Ain

"Renungan Pembangun Jiwa"

Cairan hangat berlinang melewati wajahku, menitik di atas kamera yang sedang kutenteng. Aku meraba keningku tepatnya sebelah kiri di dekat pelipisku, perih menggigit. Aku sempoyongan. Aku butuh pertolongan segera. Percuma aku berdebat dengan mereka sejak tadi dan ternyata ini yang mereka perbuat padaku.
Aku ingin protes, ingin juga melayangkan pukulanku pada mereka karena marah, tapi keributan di ujung jalan ini tidak mendukungku, orang-orang berpakaian militer itu ribut dan saling dorong-mendorong dengan warga sipil yang sebagian besar adalah lelaki dewasa yang baru saja usai Shalat Zhuhur bersamaku. Ditambah lagi perlakuan tentara itu padaku membuat para lelaki dewasa itu naik darah.
Aku limbung, membungkuk dan membiarkan tanganku menopang lutut agar tidak jatuh. Abu Haidar berlari dari seberang jalan menuju tempatku berjongkok tak seimbang. Dia Menerobos keributan jeruji manusia yang mulai rusuh penuh teriakan. Diambilnya kamera dari tanganku dan berusaha membopongku bangun.
“Kau terluka Abdi, kau harus diobati.” Begitu ucapnya dalam bahasa inggris yang bercampur kental dengan aksen Arab.
Aku berusaha tegak dan lepas dari bopongan tangannya. Kuraih kamera kesayanganku, merogoh sebuah sapu tangan cokelat lusuh untuk membersihkan titikan darah di atasnya. Kucoba pula menyeka wajahku. Abu Haidar meringis ngeri melihatku karena cairan kental itu justru merembes ke kerah bajuku dan sekitar wajahku. Aku terus menyekanya.
“Kau harus diobati Abdi! Segera!” Sekali lagi lelaki berkepala empat itu mencoba menopangku sepertinya ingin membawaku menyingkir dari tempat itu. Tapi kupaksa mengangkat kamera ke pundakku dan menyorotkan lensanya ke arah keributan itu. Menentukan fokus.
Seorang tentara bertubuh tinggi menunjuk tajam kearahku, ia menyingkap Abu Haidar dari hadapanku dengan kasar, dia menuju ke arahku. Matanya yang tajam seperti elang bertaut seperti hendak memangsaku. “Wartawan sialan, bosan hidup!” Hentakan tangannya membuat kamera di bahuku oleng. Tenaganya menohok tubuhku limbung ke belakang, aku hampir kehilangan keseimbangan.
“Kau mau mati Hah! Mau mati!” itu kalimat yang diulang-ulangnya dengan suara berat. Aku bertahan sambil memasang wajah tegas, walaupun perih masih terasa. Entah ceracau apa lagi yang keluar dari mulutnya, tidak jelas bagiku. Bahasa Ibrani belum pernah kupelajari. Sedang aku hanya menggerutukkan gigiku yang bersembunyi di balik rahang, sedikit bergumam membuatnya kesal.
DORRR!
Apa itu!?
Segera saja pandanganku melintasi bahu tentara garang itu. Biadab! Seenaknya mereka melepas tembakan pada warga sipil. Seorang lelaki terkapar, mengerang sakit, kakinya tertembus timah panas! Kuangkat kameraku. Namun belum sempat kuaktifkan, Sialan! Popor senapan itu menghantam tanganku. Kamera itu terlepas dan jatuh pasrah, aku tidak akan memaafkan hal yang dilakukannya dalam waktu sekejap itu.
Akan kuingat, sepatunya menendang kasar melontarkan kamera itu tiga meter dariku. Direngkuhnya kerah bajuku, dengan dialek Arab yang kasar dia menyumpahiku. Aku melawan dan ini menjadi awal perubahan dalam garis hidupku, suatu perubahan yang berarti.


Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu, dan aku memohon kemampuan kepadaMu dengan kekuasaanMu, dan aku memohon sebagian dari karuniaMu yang agung. Karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa sedang aku tidak berkuasa. Engkaulah yang mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara-perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa hal ini baik bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka tentukanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berilah aku berkah padanya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa hal itu jelek bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan tentukanlah untukku kebaikan di mana saja ia berada, kemudian jadikanlah aku ridho kepadanya (Doa Istikharah yang dianjuran Rasulullah SAW : Hadis Bukhari)
Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
“Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kehinaan. Barangsiapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kemiskinan, barang siapa menikah karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kerendahan. Dan barang siapa menikahi seorang wanita hanya karena ia menginginkan dengan wanita itu untuk menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya atau menyambungkan ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan memberkahinya pada wanita itu dan akan memberkahi wanita itu padanya.” ( HR. Ath-Thabrani )
Rabbi
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...

......teruntuk yang ku kasihi karena MU.....

Ahlan Wa Sahlan

blog ini hanyalah sarana untuk renungan, introspeksi, dan motivasi diri. jika berkenan silahkan anda membaca atau mengcopy.

Dan jika tidak keberatan mohon beri komentar/saran/masukan.

Terima Kasih Telah Berkenan Bersilaturrahim Melalui Blog ini


merenunglah sejenak, untuk melunakkan hati dan menjernihkan fikiran...!!!

pembacaku

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Produk imoet buat si kecil